RSS

Manajemen Kesehatan – Organisasi dan Manajemen Pelayanan Kesehatan

11 Jan

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Menurut ensiklopedia administrasi, organizing (pengornisasian) merupakan rangkaian aktifitas menyusun suatu kerangka yang menjadi wadah bagi segenap kegiatan kerjasama dengan jalan membagi dan mengelompokkan pekerjaan yang harus dilaksanakan serta menetapkan dan menyusun jalinan hubungan kerja di antara satuan organisasi atau para pejabatnya. Pengertian organisasi lebih bersifat dinamis (organisasi sebagai fungsi manajemen)

Pekerjaan administrasi hanya melaksanakan kebijakan yang telah di tetapkan, sedangkan pekerjaan manajemen adalah merumuskan kebijakan tersebut (Samuel levey dan paul lomba) perkataan administrasi kesehatan mengandung dua pengertian yaitu ad dan ministrate. Administrasi (latin ad = pada , ministrate = melayani).  Artinya memberikan layanan kepada, administrasi kesehatan merupakan suatu proses yang menyangkut perencanaan, pengorganisasian. Pengarahan, pengawasan, pengoordinasian, pengarahan, pengawasan, pengorganisasian penilaian, terhadap sumber, tata cara, dan kesanggupan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan terhadap kesehatan, perawatan kedokteran, serta lingkungan yang sehat dengan jalan menyediakan dan menyelenggarakan berbagi  upaya kesehatan yang ditujukan kepada perorangan, kelompok atau masyarakat (komisi pendidikan administrasi kesehatan amerika serikat 1974)

Pada zaman kuno, ilmu manajemen telah ada. Hal ini terbukti dengan adanya ilmu agama, ilmu pengetahuan tentang hukum, politik, ekonomi pendidikan tinggi Al Azhar, bangunan-bangunan yang mengagumkan seperti piramida, candi Borobudur, tembok besar cina, dan sebagaimana semua itu tentu saja berdasarkan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan, penggerakan, pelaksanaan, pengendalian, koordinasi, kepemimpinan, pengetahuan sumber daya dan sebagainya.

Perkembangan teori manajemen seperti yang di ketahui sekarang, di mulai dengan adanya revolusi industri di eropa pada abad 18, dimana bertambah banyaknya pabrik-pabrik dan para pekerja, serta hasil yang berupa barang-barang memerlukan berbagai upaya perencanaan, koordinasi, pengendalian dan sebagainya yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja.

Dalam model tradisional titik berat model manajemen adalah pada pengawasan dan pengarahan, sedangkan model hubungan manusia telah mengalami perubahan dan menekankan pada kebutuhan-kebutuhan sosial dan pribadi. Model sumber daya manusia agak berlainan. Seorang manajer dilihat sebagai seorang yang mendorong pengembangan dan mempermudah bawahannya untuk mencapai tujuan yang di inginkan.

BAB II

ORGANISASI DAN MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

A.    Pengertian organisasi
Organisasi berasal dari kata oranon, dalam bahasa yunani berarti alat. Pengertian organisasi telah banyak di sampaikan oleh para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang signifikan dan sebagai bahan perbandingan akan disampaikan beberapa pendapat sebagai berikut :

a. Chester 1 . Barnard (1938)
Mengemukakan bahwa organisasi adalah sistem kerja sama antara dua orang atau lebih).

b. Jamnes D. Mooney
Organisasi adalah setiap bentuk kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

c. Dimock
Organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian- bagian yang saling ketergantungan / berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Suatu organisasi tersusun dari unsur :
2.    Unsur inti yaitu manusia
3.    Unsur kerja yang terdiri atas :
a.    Sumber daya manusia
b.    Kemampuan bekerja
c.    Sumber daya bukan manusia

Harry fayol menamakan asasnya dengan “principles of management” yang memuat 14 prinsip atau asas :
1.    Divisi kjerja
2.    Kekuasaan dan tanggung jawab
3.    Disiplin
4.    Kesatuan perintah
5.    Kesatuan arah
6.    Kepentingan individu di bawah kepentingan umum
7.    Gaji pegawai
8.    Senterausasi
9.    Ketertiban
10.    Keadilan
11.    Kesamaan
12.    Kestabilan masa kerja
13.    Inisiatif
14.    Kesatuan jiwa

B. ADMINISTRASI KESEHATAN

1.    Pengertian administrasi dan administrasi kesehatan

a. George R. Tery
Upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan mempergunakan orang lain

b. Social Science Encylopedia
Suatu proses untuk mencapai tujuan tertentu yang dapat dilaksanakan dan diawasi

2.    Unsur Pokok Administrasi

a. INPUT (Masukan)
Yang dimaksud dengan masukan (input) dalam administrasi adalah segala sesuatu yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan pekerjaan administrasi.
b. PROCESS (Proses)
Proses yang dimaksud dalam bahasa ini adalah langkah- langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
c. KELUARAN (Output)
Keluaran (output) adalah hasil dari suatu pekerjaan administrasi
d. SASARAN (Target)
Sasaran atau (target group) adalah kepala siapa keluaran yang dihasilkan ditujukan.
e. DAMPAK ( Impact)
Dampak (Impact) adalah akibat yang ditimbulkan oleh keluaran.

C. DASAR- DASAR MANAJEMEN

Jika diikuti perkembangan teori manajemen tersebut, diawali dengan adanya kontribusi perklasikal, pandangan klasik, pandangan perilaku, pandangan kuantitatif, dan pandangan kontemporer.

1.    Perklasikal

Robert Owen (1792 – 1858) menyampaikan ide tentang perlunya diperhatikan keadaan kehidupan dan pekerjaan dari pekerja.
Charles Babbage (1972 – 1871) mengembangkan secara praktis perlunya mesin kalkulator dan prototif dan komputer modern. Perlunya spesialis antara pabrik dan pekerja, semacam insentif.

2.    Pandangan klasik tentang manajemen

a.    Manajemen ilmiah
b.    Manajemen administrasi
c.    Manajemen birokrasi

3.    Pendekatan perilaku dan manajemen
4.    Pandangan manajemen
5.    Pandangan kontemporer

D. ORGANISASI-ORGANISASI KESEHATAN

ORGANISASI KESEHATAN DI PROVINSI
Di wilayah provinsi daerah tingkat 1 terdapat organisasi kesehatan pemerintah pusat dan pemerintah daerah
1.    Organisasi kesehatan pemerintah pusat
2.    Organisasi kesehatan pemerintah daerah
3.    Rumah sakit kelas A dan B
4.    Unit pelaksana teknik
5.    Organisasi kesehatan swasta

E. KEPEMIMPINAN DAN ORGANISASI

Teori dasar dalam kepemimpinan
1.    Teori Genetis
2.    Teori sosial
3.    Teori Ekologis

BAB III

PENUTUP

Persepsi tentang mutu suatu organisasi pelayanan sangat berbeda karena sifat sangat subjektif, disamping itu selera dan harapan pengguna pelayanan selalu berubah- ubah.

Mutu pelayanan kesehatan dapat dikaji antara lain berdasarkan tingkat pemampatan sarana pelayanan kesehatan oleh masyarakat dan tingkat efisiensi institusi secara kesehatan.

Berikut beberapa indikator yang dapat digunakan untuk melakukan penilaian mutu pelayan kesehatan.
1.    Indikator yang memacu pada aspek medis
2.    Indikator mutu pelayanan untuk mengatur tingkat efisiensi rumah sakit.
3.     Indikator mutu mengacu pada keselamatan pasien
4.    Indikator mutu yang berkaitan dengan tingkat kepuasan pasien

Tujuan program menjaga mutu mencakup 2 hal :
1.    Tujuan antara yang ingin dicapai
2.    Tujuan akhir yang dicapai
Sasaran program menjaga mutu adalah pelayanan kesehatan yang diselenggaraka

DAFTAR PUSTAKA

Adikoesoemo ( 2003 ) manajemen rumah sakit Jakarta : pustaka  Sinar Harapan Asrul, Azwar ( 1988 ). Pengantar administrasi kesehatan, Jakarta : Binarupa Aksana Departemen Kesehatan Republik Indonesia , 2001 – 2010. Jakarta : Direktorat Jendral Bina Kesehatan Masyarakat

Greef, Judith A. ( 1996 ), komunikasi kesehatan dan perubahan perilaku. Djokjakarta : Gadjah Mada University Press.

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Posted by pada Januari 11, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  •  
    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d bloggers like this: