RSS

아직도 그 사람 미워요? Part 1

아직도 그 사람 미워요? ( ajigdo geu saram miweoyo ? )

masihkah kau membencinya?

Part 1

Author : Kim Elza^ ^ a.k.a Han Seul Ra ;p

Main Cast: Kim Bum, Kim So Eun

Cast: Lee Taemin (SHINee), Choi Si Won (SuJu)

Genre: Romantic, Family, Friendship

Type: Sequel

Annyonghaseyo mates, je ireumeun Elza imnida..

mannaseo bangapseupnida, ^____^

Ini merupakan OS BumSo pertama saya, niat sebenarnya. Tapi author sempet bingung juga kenapa bisa jadi sepanjang ini?! ;p *julurin lidah ala Kim So Eun* jadi author pisahin aja jadi beberapa part.

Padahal author udah iseng bikin 4 ff, ternyata yang paling akhir di bikin inilah yang berhasil selesai pertama. Fiuh, *ngelap keringat dijidat* lega juga ada yang selesai.hehe *cium pipi Onew saking senengnya. -_^’

Sebelumnya author juga mau minta maaf  sama reader kalau ceritanya GaJe abiz.. mak lum author juga baru belajar.^ ^

Baiklah daripada kelamaan, langsung aja..

Enjoy reading..

_oOo_

“duk.. duk.. duk..” pria gagah yang berparas tampan itu terus mendribble bola orange yang digiring nya melewati pria lain yang berusaha merebut bolanya namun gagal. Hingga akhirnya, ”yess..!!”  pria yang bernama Kim Bum itu menshoot bolanya dan masuk dengan indahnya ke ring basket. Permainanpun usai dengan kemenangan Kim Bum.

Para gadis yang sedari tadi menyaksikan di pinggir lapangan pun ikut bersorak-sorai memberi tepukan tangan sambil memanggil-manggil nama Kim Bum. Sedang yang di soraki hanya melemparkan killer smile~nya dengan lambaian tangan sok artis. Salah seorang gadis menghampirinya dan memberinya sebotol juice jeruk dingin dengan wajah malu-malu.

“Kim Bum sunbae, ini silakan minum.. kau pasti sangat haus..”kata gadis itu menyodorkan minuman yang khusus hanya untuk orang yang disukainya itu.

“wah.. kau baik sekali, gumawo..”Kim Bum pun menerimanya dengan senang hati, lalu gadis itu berbalik pergi dengan tertunduk malu meninggalkan Kim Bum yang langsung meminum juice itu. Terlihat beberapa anak perempuan lain mengerubutinya seolah ingin mengetahui perasaannya bisa bicara sedekat itu dengan Kim Bum walau sebentar.

“hei, hanya Kim Bum?! Mana untukku??” tanya salah seorang teman Kim Bum yang kini duduk di sampingnya tetap di tengah lapangan basket.

“sudahlah, seharusnya kau lebih sadar diri..” Kim Bum menepuk bahu temannya “kau harus terima kenyataan bahwa seluruh gadis di sekolah ini hanya menyukaiku.. kalian semua tak akan punnya kesempatan lagi.”

“ya,kau benar. Dan aku menyesal mengingat telah berteman denganmu” jawab pria itu dan Kim Bum hanya tersenyum lucu.

Untuk menunggu jam istirahat usai, Kim Bum dan genknya hannya nongkrong di kursi pinggir lapangan karena hari sangat panas mereka malas berlama-lama bermain basket. Jadi mereka hanya bersendau gurau menjahili satu sama lain. Di sela-sela candanya, Kim Bum berkali-kali mengarahkan pandangannya di ruangan berlantai dua yang terletak di seberang lapangan didepannya.

“siapa dia, sebelumnya aku tak pernah melihatnya. Tapi akhir-akhir ini aku sering lihat setiap jam istirahat ia selalu saja disitu sendirian, apa dia hantu penjaga perpustakaan yang baru menampakkan diri?”batin Kim Bum bertanya-tanya memandang gadis yang duduk sendirian di perpustakaan dekat dengan jendela dan posisinya sangat jelas bila dilihat dari lapangan.

“hei boss, kau sedang melihat apa?” salah seorang pria teman Kim Bum kembali menyadarkannya saat tepukan yang lumayan keras mendarat di punggungnya. Pria itu melihat ke arah pandangan Kim Bum tadi namun tak menemukan objek yang menarik perhatian baginya, lain halnya dengan Kim Bum.

“oh, tidak ada” elak Kim Bum.

“oh iya, apa boss sudah punya rencana untuk membalas dendam dengan bocah sialan itu? Kemarin kan dia berhasil memecahkan lampu motor boss..” tanya anak buah Kim Bum yang kini membuat Kim Bum agak tersulut amarahnya.

“saat ini belum ada rencana apapun, tapi kupastikan bocah tengik itu akan menyesal!” mata Kim Bum berkilat-kilat saat mengucapkannya. Teman-temannya pun saling pandang dengan yang lain dengan senyuman sinis dan di sertai anggukan.

“hey, apa kalian tahu siapa gadis yang di perpustakaan itu?”tanya Kim Bum menunjukkan arah gadis yang dimaksud. Semua temannya mengikuti arah tersebut dan semuanya kompak menggeleng. Lalu..

“aku juga baru lihat gadis itu, apa mungkin dia murid baru?”jawab salah seorang dari mereka.

Kim Bum tetap mengamati dengan penasaran gadis itu, tiba-tiba gadis itu menoleh kearahnya. Kim Bum sempat kaget, namun ia tak memalingkan wajahnya. Sesaat kemudian gadis itupun kembali menunduk membaca buku yang di pegangnya. Kim Bum tersenyum simpul merencanakan sesuatu.

oOo

Seorang ibu yang masih terlihat muda dan cantik tengah berdiri didepan pintu rumahnya dari tadi, ia menunggu seseorang yang sangat ia rindukan. Ibu tersebut terlihat sangat kurus dengan wajah lelahnya yang tampak pucat. Namun ia tetap tersenyum ketika satu-satunya orang tersayang yang sejak tadi ia tunggu itu telah tiba.

“ So Eun~a, kau sudah pulang nak?”sambut ibu tersebut.

Gadis manis yang bernama Kim So Eun itu tak memberi respon apapun. Ia hanya diam acuh dan langsung nggeloyor masuk kedalam rumah.

“eomma sudah masakin makanan kesukaanmu, makanlah dulu baru kau beristirahat..” lanjut ibu itu tak ingin menyerah dengan sifat dingin anaknya.

Sekali lagi So Eun tidak menghiraukannya dan malah langsung masuk kekamar dan menutup rapat pintunya.

“So Eun~a, sampai kapan kau hukum eomma seperti ini?” Gumam sang ibu dengan suara yang mulai terdengar parau. Ibu itu mulai menitikan air matanya. “eomma sangat merindukanmu kembali seperti dulu So Eun..”

oOo

“guys, hari ini aku libur main basketnya ya.. aku ada urusan.” Pamit Kim Bum pada teman-teman satu genknya.

“tapi boss, kau ada urusan apa? Kenapa tak mengajak kami?” tanya seorang anggota genknya menghentikan langkah pemimpinnya, Kim Bum.

“kalian tenang saja, ini hanya masalah kecil dan tak ada hubungannya dengan kalian semua.” Jawab Kim Bum santai dan bergegas meninggalkan teman-taemannya yang masih bertanya-tanya.

Ternyata Kim Bum menuju ruang perpustakaan. Sesampainya disana, Kim Bum langsung menuju rak buku yang paling ujung dekat dengan jendela. Ia~pun tersenyum mendapati apa yang ia cari. Ia mengintip dari sela-sela rak buku yang di baliknya tengah ada sosok gadis yang duduk di kursi sedang serius membaca buku yang terletak di atas meja dihadapannya. Kim Bum mengamati gadis yang beberapa hari ini berhasil merebut perhatiannya itu.

“wah, ternyata dia bukan hantu. Dia benar-benar seorang peri yang sangat cantik, mata itu, bibir itu, hidung itu,dan rambut halus itu.. aku dapat merasakan walau tanpa harus membelainya terlebih dulu.” Batin Kim Bum memperhatikan setiap lekuk  gadis yang tak sadar akan keberadaan Kim Bum.

“tapi, mata indahnya itu.. kenapa terpancar kesedihan disana? Dan wajah cantiknya itu kenapa terlihat murung? Apakah kehidupannya juga seberat aku?” timbul berbagai pertanyaan di benak Kim Bum setelah lama mengamati gadis itu.

Kim Bum~pun mendekatinya dengan membawa buku yang asal ia ambil dan berpura-pura ingin membacanya. Ia duduk tepat di depan gadis itu, berharap Kim Bum bisa berhadapan dengannya. Kim Bum melirik papan kecil yang menyangkut rapi di seragam bagian dada sebelah kiri milik gadis itu yang bertuliskan ‘Kim So Eun’.

“jadi namamu Kim So Eun? Apa kau murid baru disini?” tanya Kim Bum tanpa basa-basi.

Yang di ajak bicara mendongakkan kepalanya lalu memandang di sekitarnya sabelum akhirnya berhenti melihat seorang pria didepannya sekilas tanpa ekspresi kemudian menunduk kembali untuk melanjutkan aktivitas membacanya.

Kim Bum merasa aneh sendiri, ia mengernyitkan alisnya heran.”hey, Kim So Eun.. apa kau tidak mendengarku? Aku sedang bicara padamu..!!”

“ada perlu apa denganku? Aku tak mengenalmu..” akhirnya So Eun~pun menjawab meski tanpa memandang Kim Bum.

“apa?! Kau tidak mengenalku?! Yang benar saja.. aku ini sangat terkenal disini, bahkan sampai keluar sekolah. Selain aku tampan, aku juga sangat kaya.. tak ada gadis yang tak menyukaiku kecuali dia buta dan bodoh..” Kim Bum agak kesal karena sikap gadis ini. Tapi ia jadi makin penasaran.

“…” tak ada jawaban lagi dari So Eun.

“baiklah, untuk kali ini kau aku maafkan. Perkenalkan, namaku Kim Sang Bum. Panggil saja aku Kim Bum” sambil mengulurkan tangan kanannya Kim Bum memperkenalkan dirinya dengan menunjukkan killer smile~nya. Mungkin gadis-gadis lain akan pingsan melihatnya tapi tidak bagi So Eun.

“apa kau sedang berusaha membuat lelucon..?!” So Eun bangkit dari tempat duduknya tanpa menjabat uluran tangan Kim Bum dan langsung meninggalkannya.

Kim Bum bengong di buatnya. Batinya berkata, ”aku, seorang Kim Bum di cuwekin seorang gadis?! Apa kata dunia?!”

oOo

Malam harinya, Kim Bum masih memikirkan So Eun di kamarnya. Tiba-tiba ponselnya berdering. Kim Bum~pun langsung mengangkatnya.

Yoboseyo..

Boss, kau dimana? Anak-anak udah pada kumpul semua nie..

Aahhh, mianhe.. aku sedang malas hari ini, kalian tetap bersenang-senanglah tanpaku.

Tapi boss, mana seru kalo gak ada boss..

Sudahlah, kali ini aku benar-benar ingin sendiri. Jadi tolong mengertilah.

Ok~lah boss kalau begitu, sampai jumpa besok

Ne,

Kim Bum meletakkan ponselnya di saku celana jeans robek-robek yang ia kenakan. Ia mengambil jaket hitamnya dan bergegas keluar lalu melajukan motornya dengan cepat tanpa memperdulikan panggilan seseorang di belakangnya.

“Kim Bum~a, kau mau kemana malam-malam begini?” teriak orang tersebut yang ternyata adalah ibu Kim Bum. Ibu itu hanya geleng-geleng kepala bingung melihat anak semata wayangnya pergi tanpa memperdulikannya.”aneh, anak itu tumben pergi tanpa pamit dan tidak menciumku.. apa dia sedang ada masalah?”

oOo

Kim Bum menyusuri jalan tanpa tujuan malam itu. Hatinya resah memikirkan So Eun, “aku sungguh penasaran dengannya” gumam Kim Bum di balik helm yang ia kenakan.

Merasa bosan, ia pun berhenti di depan sebuah café. Namun tanpa sengaja ia melihat sosok yang dikenalnya sedang asyik makan minum sambil mengobrol dengan teman-temanya. Kim Bum memicingkan matanya untuk memperjelas penglihatannya.

“benar itu dia,tidak salah lagi..” Kim bum mengalihkan pandangannya ke sebuah mobil sport hitam yang terparkir di depan café tersebut. Ia tersenyum licik merencanakan sesuatu yang jahat.

Kim Bum segera menstandartkan motornya dan berjalan menuju mobil hitam itu. Ia~pun memulai aksi menggembosi ban-bannya, bukan cuma satu melainkan keempatnya. Tak cukup dengan itu, Kim Bum~pun mengeluarkan pisau kecil yang selalu ia bawa kemanapun lalu menggores-goreskannya pada kulit mobil yang tadinya mulus mengkilap itu.

“hahaha.. Aku tak akan pernah membiarkan hidupmu tenang, Lee Taemin..” gumam Kim Bum diikuti senyumnya yang menyeringai.

Merasa sudah cukup membuat goresan di beberapa bagian, Kim Bum segera pergi meninggalkan tempat itu. Saat ia baru melajukan motornya, tanpa ia sadari ada motor lain yang baru datang berpapasan dengannya.

“bukankah ia Kim Bum? Untuk apa dia kemari?” ujar lelaki pengendara motor yang baru datang itu.

Mata pria itu melotot seketika melihat mobil yang penuh dengan goresan bertuliskan kalimat-kalimat kotor. Ia segera memarkirkan motornya sembarangan dan buru-buru memasuki café berniat memberi tahu bossnya yang adalah pemilik mobil naas tersebut.

“boss, gawat..!!”kata pria berambut cepak itu pada Taemin, pemimpin genknya.

“ada apa kau ini, datang-datang malah memasang muka horror seperti itu. Ada apa sebenarnya, katakan dengan jelas!” perintah Taemin pada pria itu.

“tadi, aku barusan melihat Kim Bum keluar halaman café ini boss.”

“benarkah?!”jawab Taemin dan seluruh teman genknya itu bersamaan.

“lalu,kau tahu  apa yang ia lakukan disini?”kini Taemin bertanya dengan antusias.

“itu, boss.. kau liat saja sendiri di depan”jawab sang pria menunjuk mobil milik Taemin.

Taemin~pun segera keluar dan kaget sekaget-kagetnya menyaksikan keadaan mobil kesayangannya itu. Taemin mengepalkan tangannya kuat-kuat dan bergumam, “awas kau Kim Bum..!! kau tahu telah berurusan dengan siapa? Cari mati kau…”

oOo

Keesokan harinya di sekolah,

“guys, kalian tebak semalam aku bertemu siapa?” ucap Kim Bum membuat semua temannya itu penasaran.

Semuanya menggeleng dengan pandangan penuh tanya pada Kim Bum kecuali pria berambut kribo yang duduk didepannya. Ia menebak asal sok tahu.

“aku tahu, boss pasti bertemu Ga Eul~yang.. artis muda yang sedang naik daun itu. Boss kan tergila-gila padanya.. bener kan?”celetuk salah seorang anggota genk yang agak o’on ini. Membuat semua tertawa kecuali Kim Bum.

‘pletak..’ Kim Bum yang merasa kesal menjitak pria yang ngomong sembarangan itu. Padahal kan ia sedang serius..

“aish, bukan itu marmut..!!”kesal Kim Bum.

“lalu?”tanya pria itu masih memegangi kepala yang barusan kena jitak.

“dengar baik-baik, semalam aku tidak sengaja melihat si anak setan Taemin and the genk di café SHINee. Sepertinya mereka tak menyadari kehadiranku, lalu aku berhasil merusak skin mobilnya dan ngempesin bannya.hahaahaaa”jelas Kim Bum dengan bangganya.

“benarkah, boss? Wah seru sekali, kenapa gak ngajak-ngajak kami…?”

“kau gila?! Kalau kita kesana sama-sama mana mungkin aku bisa merusak tanpa disadari mereka semua.. yang ada, kita langsung berkelahi di tempat karena banyak orang.”

“benar juga sih boss, tapi apa boss yakin mereka tidak akan mengetahui bahwa pelakunya itu boss?” kini giliran pria plontos teman Kim Bum yang paling jago berkelahi ini ikut bicara.

“entahlah, tapi lebih baik kita lebih waspada mulai sekarang!” intruksi Kim Bum diikuti anggukan semua teman-temannya itu.

oOo

Rupanya Kim Bum belum menyerah untuk aksi mendekati So Eun, sebelumnya ia telah mencari info mulai dimana kelasnnya, terus menanyakan pada teman sekelasnya So Eun itu orang yang bagaimana, dimana rumahnya,  namun percuma karena tak satupun yang tahu tentang So Eun.

Semenjak ia pindah di sekolah ini, sifatnya yang dingin, pendiam juga suka menyendiri itu membuatnya tak punya teman atau memang sengaja gak mau punya teman. Kim Bum~pun semakin sulit mengorek informasi tentang dia.

“So Eun~a, apa kau tidak capek menghindari aku terus?”tanya Kim Bum yang duduk di samping So Eun yang sedang membaca buku di perpustakaan seperti biasa.

“berhentilah mengikutiku, aku sudah mulai merasa terganggu.”jawab So Eun tanpa memandang Kim Bum.

Kim Bum yang mendengar ucapan So Eun yang jutek itu menelan ludahnya,”baiklah, tapi.. sebelum aku pergi, bolehkah aku bertanya satu hal padamu?” sebelum So eun meng’iya’kan, Kim Bum langsung melontarkan pertanyaanya,”rumahmu dimana? Bolehkah aku mengantarmu nanti sepulang sekolah? Apa hobimu? Dan… sebenarnya apa masalah dalam hidupmu? Kenapa kau selalu tellihat murung dan sedih? Dan aku juga tak pernah melihat senyum di wajahmu, apa kau lupa caranya tersenyum?jika kau tak keberatan, aku mau mengingatkan caranya..”

Kim Bum menghentikan kalimatnya saat So Eun tiba-tiba meletakkan buku yang ia baca dan menolehnya, kini mereka berhadapan. Kim Bum yang senang karena akhirnya So Eun mau memandangnya itupun senyum-senyum riang. Sedang So Eun masih dengan ekspresi datarnya itu mulai menanggapi Kim Bum.

“Kau bilang itu satu pertanyaan? Heh..”So Eun berkata sinis,”boleh aku katakana satu hal? Berhenti mengurusi masalah orang lain!” lagi-lagi So Eun meninggalkan Kim Bum yang terbengong di tempatnya.

“aish, kenapa susah sekali dia diajak ngobrol baik-baik..”keluh Kim Bum sambil mengacak rambutnya sendiri.

oOo

Kim Bum masih mencari-cari sosok So Eun, sampai akhirnya ia menemukan gadis yang terlihat sedang bercakap-cakap melalui ponsel duduk di bawah pohon yang rindang nan besar di belakang sekolah mereka.

Diam-diam, Kim Bum mendengarkan percakapan itu di balik pohon tanpa sepengetahuan gadis yang ternyata adalah So Eun.

“appa serius ingin menceraikannya?”

“..”

“lalu bagaimana dengan aku?”

“…”

“Swedia itu bukan tempat yang dekat, appa”

“…”

“aku mau ikut appa”

“…”

“andwe appa! Appa tega meninggalkanku sendiri?hikz..hikz…”So Eun mulai menangis dan menyudahi telfonnya.

Kim Bum~pun merasa tidak tega dengannya, ia mendekati So Eun. So Eun yang sadar akan kehadiran Kim Bum segera menghapus air matanya. “untuk apa kau kesini?”

“So Eun~a, berhentilah bersikap seperti itu. Aku tahu itu bukan asli dirimu. Apa lagi disaat seperti ini..”Kim Bum mencoba agar So Eun lebih terbuka padanya.”percuma kau hapus air matamu, aku sudah terlanjur melihatnya.”

So Eun yang merasa lelah dan tak kuat menanggung beban hidupnya itupun kembali meneteskan air matanya. Insting Kim Bum~pun menariknya untuk mendekati So Eun dan meraihnya dalam pelukan.

Kini So Eun terisak di dada Kim Bum.

oOo

Pulang sekolah Kim Bum dan beberapa teman satu ganknya pulang bersama-sama. Ketika mereka melewati gang kecil, mereka terkejut dengan segrombol anak berseragam SMA Shinwa. Dan Kim Bum sangat mengenali siapa yang ada di depan sebagai pemimpinnya. Siapa lagi kalau bukan Lee Taemin. Musuh bebuyutan Kim Bum dan seluruh anak dari SMA Bumso juga merupakan adik tiri Kim Bum dari satu ayah. Mengenai hubungan darah ini, hanya Kim Bum yang tahu. Bahkan Taemin~pun tidak mengetahui apa-apa. Yang Taemin tahu hanyalah Kim Bum yang selalu mencari gara-gara dengannya untuk saling berkelahi.

“boss, gawat.. bisa mampus kita, jumlah mereka dua kali lebih banyak dari kita boss..” bisik teman yang di bonceng Kim Bum.

“diam kau! Dasar pengecut, biar saja mereka lebih banyak harus tetap kita hadapi.”jawab Kim Bum lirih namun begitu tegas.

“turun kau, breksek!!” bentak Taemin mengayun-ayunkan tongkat yang ia pegang dengan memandang tajam Kim Bum.

“untuk apa?! Bermain-main dengan bocah ingusan seperti kalian-kalian ini..?”jawab Kim Bum dengan senyum meremehkan.

“sudah, jangan banyak bicara.. kita langsung saja selesaikan masalah ini.” Gililan Taemin yang tersenyum sinis. “aku tak akan membiarkan orang yang telah menghancurkan mobil kesayanganku. Hyaaaa………”

Kimbum dapat menghindari tongkat Taemin yang hampir saja mengenai lehernya. Kini perkelahian antar pelajarpun tak terelakkan lagi. Para penduduk sekitar berteriak-teriak menyaksikan peristiwa itu, salah seorang warga berinisiatif untuk melaporkan pada pihak yang berwajib.

Selang beberapa menit,terdengar sirine mobil polisi. Anak-anak SMA yang saling berlelahi itupun panic dan langsug berhenti berkelahi lalu berlari menuju kendaraan masing-masing untuk kabur. Tak terkecuali Kim Bum dan Taemin.

“ini belum selesai, bangsat!!”teriak Taemin sebelum pergi meninggalkan arena. Hal ini menyelamatkan Kim Bum dan teman-temannya karena mengingat mereka hampir saja kalah dan babak belur karena jumlah yang tidak seimbang itu.

Mereka semua berhasil kabur dan membuat polisi kesal.

oOo

Malam ini ia tak bisa cepat tidur. So Eun mengingat kejadian tadi siang di belakang gedung sekolahnya.

Flashback

Kim Bum meraih So Eun dalam pelukannya dan kini ia terisak di dada Kim Bum.

“So Eun~a, apa kau baik-baik saja?”tanya  Kim Bum halus tetep memeluk So Eun.

“aku tak tahu lagi harus bagaimana, aku sudah tak punya siapa-siapa lagi di dunia,hikz..” Kim Bum diam sambil membelai halus rambut So Eun.

“tega sekali appaku meninggalkan aku dalam keadaan seperti ini, hatiku sakit..hikz…”

“sudahlah, tenangkan dirimu. Kau harus tetap sabar..”kini Kim Bum kembali berbicara. Namun malah membuat So Eun tersinggung dan melepaskan pelukannya.

“tahu apa kau tentang sabar? kau tak tahu betapa sakitnya aku, kau tak akan mengerti bagaimana rasanya di tinggal appa yang sangat aku sayangi. Jadi, kau jangan sok menasehatiku!” ujar So Eun yang kini kembali ke sikap angkuhnya.

“tentu saja aku mengerti, sejak kekecil aku sudah harus menerima kenyataan pahit tentang appa yang sangat aku bangga-banggakan. Bahwa dia tak sebaik yang aku kira. Sejak saat itu aku sangat membenci appaku, aku ingin balas dendam atas penghianatannya. Namun semua sirna karna sekarang dia telah tiada” tatapan Kim Bum menerawang ke langit. So Eun hanya menatapnya, ada perasaan ingin tahu lebih dalam namun ia urungkan untuk bertanya.

“kau hanya di tinggal ke Swedia, cepat atau lambat kau bisa menemuinya kembali.”lanjut Kim Bum yang kini matanya melihat So Eun yang juga menatapnya.

End flashback

“Kim Bum, anak itu.. ternyata sama sepertiku..”gumam So Eun yang mulai simpati dengan Kim Bum.

oOo

Kim Bum bersyukur karena ketika sampai rumahnya, ibunya belum pulang dari kantor. Jadi ia bebas dari introgasi kenapa pipi serta keingnya terluka. Ia langsung masuk ke kamar dan berpura-pura sudah tidur saat ibunya pulang.

Keesokan harinya, Kim Bum tak dapat lagi menutupi memar di wajahnya, alhasil pagi-pagi ia harus sarapan dengan omelan lbunya.

“sudah eomma bilang berapa kali, berhentilah jadi anak nakal.. apa pekerjaanmu hanya tawuran? Kamu pikir eomma capek-capek kerja keras hanya untuk mengobati lukamu setelah tawuran?”

“eomma kali ini bukan salahku… mereka yang menyegatku duluan..!!” Kim Bum mencoba membela diri.”aah, sudahlah eomma aku mau berangkat dulu.”

Kim Bum tetap mencium pipi ibunya sebelum berlalu meninggalkannya, meski raut wajah ibu yang masih tetap cantik di usianya yang sudah paruh baya itu masih menampakkan kekecewaan atas perbuatan anak tersayangnya itu.

“kapan kau akan sadar dan melupakan dendammu, nak?”ibu Kim Bum hanya menatap kepergian anaknya pasrah berharap suatu hari nanti sikap anaknya akan berubah lebih baik.

oOo

So Eun hendak menuju perpustakaan, namun langkahnya terhenti ketika melihat Kim Bum menghampirinya.

Biasanya ia tak perduli dan tetap berjalan walau Kim Bum berteriak memanggilnya dan berlari mengejarnya. Namun kali ini ia melihat ada yang beda pada Kim Bum. Meski Kim Bum tetap menampakkan smile killer~nya, bukan itu yang membuat So Eun terhenti.

“ada apa dengan muakamu itu? Apa kau sedang terluka? Kenapa seluruh wajahmu memar-memar?” tanya So Eun saat Kim Bum sudah dekat dihadapannya. Ada sedikit guratan perasaan khawatir dimatanya, dan Kim Bum yang sangat mengenal wanita kecuali So Eun itu~pun kini dapat merasakannya.

Kim Bum senang mengetahui hal itu kemudian tersenyum penuh arti dan mulai menggoda So Eun.”kenapa? apa kau sedang mulai mencemaskan keadaanku?”

So Eun sedikit gugup mendengarnya, seolah takut Kim Bum bisa membaca pikirannya lebih dalam.

“terserah dengan apa yang kau lakukan, aku tak akan perduli”jawab So Eun ketus meninggalkan Kim Bum.

“hey..!! mengaku saja kalau kau mulai menyukaiku…!!!”teriak Kim Bum senang seolah mendapat lampu hijau dari So Eun.

So Eun tetap berjalan tak memperdulikannya.

“hahahahaaa…wah, neomu haengbokhada..(aku begitu senang)”  Kim Bum tertawa bangga merasa usahanya selama ini mulai menunjukkan hasil.

Tiba-tiba, Kim Bum mendengar nama So Eun disebut-sebut oleh seorang gadis di dalam kelas So Eun. Rupanya mereka ada 2 orang yang sedang membicarakan So Eun, Kim Bum mendekatkan telinganya ke dekat jendela untuk dapat mendengar lebih jelas.

“kau yakin, dia So Eun teman dekatmu waktu SMP? Kenapa sekarang kalian tampak tak saling kenal satu sama lain?”selidik gadis berambut ikal pada gadis di hadapannya

“tentu saja aku yakin, parasnya sama sekali tidak berubah. Bahkan kami masih saling menghubungi ketika mulai masuk SMA, yah walaupun dia di SMA Shinwa dan aku di SMA Bumso ini kami masih sering janji untuk bertemu diluar. Dulu So Eun adalah gadis yang ceria, tak sedikitpun ada kesedihan di wajahnya. Hidupnya begitu sempurna, sampai aku saja iri dibuatnya.”gadis itu bercerita sambil memutar-mutarkan pena yang dipegangnya.”aku sendiri juga heran kenapa sejak ia pindah kesini, sikapnya jadi berubah drastis seperti itu, bahkan sama sekali tak melihatku. Apa semua ini gara-gara pria itu ya…?”

Kim Bum yang mendengarnya kaget karena baru mengetahui bahwa So Eun pindahan dari SMA Shinwa, itu berarti dulu ia satu sekolah dengan musuh bebuyutannya. Lalu Kim Bum juga penasaran dengan pria yang di maksud dalam percakapan itu. Mungkinkah penyebab perubahan So Eun adalah pria itu?

“siapa pria yang dimaksud mereka itu?”timbul pertanyaan di benak Kim Bum yang mendorongnya masuk tiba-tiba dan langsung bergabung dengan gadis yang sedang asyik mengobrol itu. Kedua gadis itu kaget dengan aksi Kim Bum.

“benarkah, kau telah mengenal So Eun lama?”tanya Kim Bum membuat gadis itu terheran.”kumohon, ceritakanlah lebih banyak tentangnya padaku..!!”

Gadis itupun mengabulkan permohonan Kim Bum dan mulai menceritakan yang ia tahu.

oOo

So Eun duduk di tempat biasanya membaca buku di perpustakaan, di temani buku yang setia diam terbuka diatas meja. Tapi rupanya So Eun tak sedang membacanya. Matanya mengamati keluar jendela, ia sedang memperhatikan pria yang sedang lincah bermain basket bersama tema-temannya. Ya, pria itu adalah Kim Bum. Entah sadar atau tidak, So Eun tersenyum simpul melihatnya.

”permainannya bagus sekali.. Kim Bum, kau sungguh lucu. Tapi aku takut mimpi buruk itu terulang lagi, aku tak mau hal itu terjadi. Tak bisakah kau tak selalu mendekatiku lagi?”kata So Eun dalam hati. Kini pandangannya kembali sedih menyaksikan Kim Bum yang tengah asyik.

 

To be continue…

Ada apa sebenarnya dengan So Eun ya?!

Gimana ceritanya Kim Bum punya adik tiri yang jadi musuhnya?!

Lalu bagaimana Kim Bum menakhlukkan hati es’nya So Eun?!

Nah, yeorobeun.. sampai disini dulu perjumpaan kita kali ini, author berharap reader tidak begitu kecewa dengan ceritanya. Semoga reader mengerti dengan maksud tulisan author yang agak maksa ini dan bersedia menanti kelanjutannya.

Terima kasih sudah meluangkan waktu dan tenaganya untuk membaca ff  jelek saya yang amatiran ini. Maaf  kalau ceritanya gak nyambung dan kurang mengena di hati reader. Jeongmal mianhamida.. ^ _^

Untuk masukan buat author, mohon tulis comentnya ya.. dan tolong jangan lupa juga di vote..^_^

Sekalian author numpang promosi:

Foll saya: @emerald_elz

Add juga FB saya:  Elza Uswatun Khasanah

Berharap mendapat banyak teman baru. Khamsa hamida.. ^_^

 

8 responses to “아직도 그 사람 미워요? Part 1

  1. geill

    Februari 8, 2012 at 5:57 am

    haiiiiiiiiiii…………q br tau di sini ada ff-nya…………..
    bagus….ceritanya bagus banget malah untuk seorang pemula, aku aja blm tentu bs buat cetita kayak gini…….hahahaha………………….jd percaya dirilah ama ff yg kamu buat, ok…………..
    yg di perlu diperhatikan pd pengetikan kata, tu aja klu cerita the best q suka, soalnya ada kim so eunnya……..hahahahaha………………….
    semangat terus………fighty………………..

     
    • Elza

      Februari 11, 2012 at 8:55 am

      thankz cingu….^^ kbetulan aja dpt ide lumayan.wkwkwkwkwkkk…😛

       
  2. nenkfa

    Februari 13, 2013 at 3:52 pm

    pernah baca ff ini,,tpi dmna y??? lupa,,hehehe…:-)
    ni yang ceritanya eomanya so eun selingkuh sama pcrnya so eu kan???

     
    • Elza

      Juli 16, 2014 at 12:46 am

      iya di awal kan saya sudah katakan sebelumnya memang ff ini sudah pernah saya post di BSI. terus karena masi banyak typos dan mungkin masi ada yg belum sempat baca di BSI, saya perbaikin lagi kemudian saya post lagi web pribadi yg sebenernya ga keurus ini.hehe

      terimakasi sudah mampir dan menyempatkan untuk coment ^^

       
  3. rikavhiandra

    April 6, 2013 at 7:55 am

    Wah ceritanya seru dan daebak author🙂 jadi penasaran sama cowok yang pernah menyakiti soeun eonni? Ditunggu part selanjutnya author🙂

     
  4. Sary aj0w

    Mei 18, 2013 at 7:21 pm

    Guud,next nex next wkwkwk
    Tp kyk udah pernah bca deh..pernah dip0st blum th0r?

     
  5. Ani

    Juli 5, 2014 at 2:44 pm

    Cerita ny bagus …
    Ditunggu part selanjut nya ya…pighting

     
  6. AJENG K

    Juli 15, 2014 at 1:34 pm

    ceritanya bagus!😀 fighting!!!

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  •  
    %d blogger menyukai ini: