RSS

아직도 그 사람 미워요? Part Special

아직도 그 사람 미워요? ( ajigdo geu saram miweoyo ? )

masihkah kau membencinya?

Part Special

 

Author : Kim Elza^ ^ a.k.a Han Seul Ra

Main Cast: Kim Bum, Kim So Eun

Cast: Lee Taemin (SHINee), Choi Si Won (SuJu)

Special Cast: Han Min Rin a.k.a @Atin_fy

Genre: Romantic, Family, Friendship

Type: Sequel

Anyong, cingu.. jumpa lagi dengan author Elza yang datang tak dijemput pulang tak diantar ini *emang authornya jaelangkung?!*plaakk! #abaikan

Langsung saja author persembahkan part special untuk para mates cingu yang special.^___^

Enjoy reading…

_oOo_

4 tahun kemudian,

Kim Bum dan So Eun tiba di bandara internasional Korea beserta ayah So Eun.

“wah, aku sangat merindukan negri tercinta ini.” Gumam Kim Bum menghirup dalam-dalam udara yang sangat ia rindukan. So Eun tersenyum melihatnya.

“appa, langsung pulang kerumah?” tanya So Eun pada ayah yang berjalan disampingnya.

“tentu saja, eommamu sudah menungggu kita. Ia juga sudah menyiapkan masakan yang special buat kita.” Jawab ayah So Eun. “Kim Bum~a, sebaiknya kau mampir dulu kerumah kami dan ikut makan”

“animida,appa.. aku sudah sangat merindukan eomma. Ia pasti juga sudah menyiapkan makanan untukku. Aku tak ingin membuat eomma kecewa. Mungkin lain waktu..” tolak Kim Bum halus.

“ne, aku mengerti. Tapi jangan lupa ajak eommamu ke rumah segera untuk membicarakan rencana pernikahan kalian.” Ujar ayah So Eun.

“appa, kenapa membicarakan hal itu.. sampai rumah saja kita belum..” giliran So Eun yang angkat bicara.

Namun tak ada jawaban baik dari Kim Bum maupun ayahnya. Dua pria ini hanya saling melempar pandang dan tersenyum melihat So Eun yang manyun.

Mereka bertiga~pun berpisah, Kim Bum pulang kerumahnya sendiri dengan menggunakan taxi. Sedang So Eun dan ayahnya telah di jemput oleh supirnya.

oOo

“mianhe, aku telat.. tadi ada sedikit masalah di kantor.” Ujar Kim Bum merasa bersalah. “apa kau telah menunggu lama?”

“ani, aku baru sejam menunggumu.” Jawab So Eun dengan santainya. Kim Bum melirik jamnnya.

“selama itukah?”  tanya Kim Bum dengan tatapan menyesal. “jeongmal mianhe, So Eun~a”

“gwencana, aku mengerti kesibukanmu sekarang.” So Eun tersenyum manis. Kim Bum membalas senyuman So Eun.

Mereka kini sedang beada di café untuk makan malam. Beberapa hari ini mereka jarang bertemu karena kesibukan masing-masing. Tapi untunglah mereka saling memaklumi. Kim Bum meneruskan perusahaan yang di bangun dan dibesarkan oleh ibunya sendiri. Sedang So Eun menjadi guru music di SMA BumSo, SMA Kim Bum dan So Eun dulu.

“kau sudah memesan makanan?” tanya Kim Bum, So Eun menggeleng.

“kau ingin makan apa?” lanjut Kim Bum.

“terserah kau saja, aku ikut..” jawab So Eun

“baiklah, akan kupilihkan yang paling enak untukmu.” Ujar Kim Bum dengan mengerlingkan salah satu matanya genit. So Eun hanya tersenyum lucu melihat Kim Bum sibuk membolak-balik buku menu.

Setelah merasa menemukan yang tepat, Kim Bum memanggil pelayan dan menyampaikan pesanannya. Tiba-tiba…

“Han Min Rin noona, kau sudah datang?” ujar salah seorang lelaki pada seorang wanita yang baru datang.

So Eun seperti tak asing dengan suara lelaki itu. Ia melihat ke arah asal suara. Ia kaget menyaksikan seorang lelaki yang sangat dikenalnya sedang duduk melambaikan tangannya pada seorang wanita yang terlihat jauh lebih dewasa di banding dengan si lelaki yang baru datang itu.

“silakan duduk, kau tampak cantik sekali malam ini” lelaki itu menggeser kursi yang akan diduduki perempuan yang sepertinya bernama Han Min Rin itu sedikit kebelakang lalu memajukan lagi ketika wanita itu mendudukkan diri sehingga jaraknya dengan meja sangat pas dan nyaman.

“gumawo..” jawab sang wanita dengan menyunggingkan senyumannya. Si lelaki~pun membalas senyumnya dan kembali duduk di tempatnya berhadapan dengan si wanita.

“Min Rin noona, berapa lama suamimu ada urusan di luar?” tanya sang lelaki pada wanita dihadapannya.”bolehkah aku datang kerumahmu?”

“andwe, aku tak tahu suamiku pulang kapan. Jadi kau jangan datang ke rumah..” jawab sang wanita dewasa itu .

“So Eun~a, apa yang sedang kau lihat?” tanya Kim Bum melihat So Eun yang terus memperhatikan sesuatu, dan bukan ‘dia’.

So Eun malah tersenyum kecut tanpa mengalihkan pandangannya pada pasangan yang berada di seberang mejanya yang sepertinya tak menyadari telah diperhatikan So Eun. Kim Bum mengikuti arah pandangan So Eun dan sama kagetnya dengan So Eun tadi.

“hah, di~dia kan~ Si Won. Choi Si Won?” ujar Kim Bum saat mengetahui siapa yang dari tadi diperhatikan So Eun. “lalu, siapa yang bersamanya itu, apa eommanya?”

“aniyo, aku kenal sama eommanya. Itu bukan eommanya. Sepertinya dia memang tidak bisa berubah.” Jelas So Eun lalu tersenyum memandang Kim Bum.

“apa kau merasa cemburu melihatnya?” selidik Kim Bum

“aniya,apa yang sedang kau bicarakan?  untuk apa aku cemburu dengannya..” jawaban So Eun membuat Kim Bum sedikit lega. Namun Kim Bun tak merasakan keyakinan pada jawaban So Eun. Jadi hal itu membuat hati Kim Bum sedikit gusar.

“kenapa kau tak bilang saja tidak cemburu karena kau telah teramat mencintaiku?” batin Kim Bum berujar karena merasa tidak puas dengan jawaban So Eun.

“lalu, apa kau masih membencinya?” tanya Kim Bum lagi

“ehm, tidak juga..” jawab So Eun singkat yang membuat Kim Bum makin tak yakin dengan cinta So Eun padanya selama ini.

“dia tak membencinya, apa mungkin dia masih ada perasaan pada Si Won?” Kim Bum membatin. Ketika ia memberanikan diri untuk bertanya pada So Eun, tiba-tiba pelayan datang membawakan pesanan makanan yang telah siap.

“ini silakan,” ucap pelayan ramah meletakkan makanan dan minuman di meja Kim Bum dan So Eun.

“wah, sepertinya enak. Aku jadi tak sabar memakannya, Kim Bum ayo.. selamat makan..” ujar So Eun dengan wajah yang riang. Kim Bum jadi mengurungkan niat pertanyaannya.  

Kim Bum ikut tersenyum pada So Eun dan mulai makan bersama meski kini nafsu makannya sudah tiada.

Ternyata Kim Bum tak bisa memaksa dirinya untuk makan. Sedari tadi ia hanya memandangi makanannya dan mengaduk-aduk makanannya itu dengan sendok yang dipegangnya.

So Eun yang melihatnya jadi heran. Ia meletakkan sendoknya dan menghentikan acara makannya. Padahal So Eun sedang lahap-lahapnya. Sebelum So Eun mulai bicara, ia sempatkan untuk meneguk air terlebih dahulu.

“Kim Bum ada apa denganmu?” tanya So Eun sambil memegang tangan Kim Bum yang tadinya sibuk mengaduk hingga berhenti karena sentuhan So Eun.

“eh?!” kaget Kim Bum lalu memandang So Eun yang telah menatapnya terlebih dahulu dengan tatapan penuh tanya.

“apa kau sakit?” So Eun berdiri lalu menempelkan telapak tangannya ke dahi Kim Bum untuk memastikan keadaan Kim Bum.

“ah, ani.. aku baik-baik saja” jawab Kim Bum tak ingin So Eun khawatir

“kau yakin, tapi kenapa kau murung begini?” tanya So Eun yang merasa Kim Bum tak sungguh-sungguh bilang dirinya baik-baik saja.

Kim Bum hanya tersenyum datar pada So Eun,”kau sudah selesai makan? Aku akan mengantarmu pulang.”

“baiklah, sepertinya kau juga perlu banyak istirahat..” ujar So Eun menyetujui ajakan Kim Bum untuk pulang.

oOo

 Kim Bum dan So Eun~pun sampai di rumah masing-masing.

Di dalam kamar, So Eun memikirkan keanehan Kim Bum malam itu.

“tak biasanya dia seperti itu…” ujar So Eun mengingat kejadian pertemuannya dengan Kim Bum tadi.

Saat di perjalanan Kim Bum begitu diam. So Eun jadi ikut diam memperhatikan Kim Bum yang serius menyetir mobilnya dan sama sekali tak membalas pandangan So Eun. Jelas itu membuat So Eun cemas. Ketika sampai depan rumah So Eun, Kim Bum juga menolak ajakan So Eun untuk mampir walau hanya sebentar untuk menyapa orang tuanya seperti biasa. Sebelum masuk rumah, So Eun mencium pipi Kim Bum, dan biasanya ia akan membalas dengan mencium keningnya dan mengucapkan ‘selamat malam’. Tapi tidak dengan malam ini, Kim Bum langsung segera pamit pulang.

“aku harap tak terjadi sesuatu yang buruk dengnnya,” gumam So Eun sebelum ia memejamkan matanya dan terlelap.

oOo

Tak jauh berbeda dari So Eun, Kim Bum~pun langsung menuju kamarnya dan mengunci diri di dalam sesampainya ia di rumah. Ia tak habis pikir dengan So Eun yang seperti tak perduli dengan perasaanya ketika melihat pria lain. Apa lagi Si Won, bagaimanapun juga So Eun pernah sangat mencintainya.

“apa benar So Eun telah sungguh-sungguh melupakannya dan dengan sepenuh hatinya mencintaiku?! Kenapa kejadian tadi membuatku ragu..” Kim Bum bergumam sendiri memikirkan So Eun.

“aaahh, apa ini hanya perasaanku saja?!” Kim Bum menimbang-nimbang perasaanya. Hatinya kini merasa gundah gulana.

“aiisshh, mulaa…!!!” Kim Bum geram sendiri dengan pikiran-pikiran bimbangnya.  Merasa pusing, ia mengacak-acak rambutnya dan menarik selimut secara kasar hingga menutupi seluruh badannya tak terkecuali  kepalanya.

Saat ini, Kim Bum hanya ingin segera tidur dan melupakan malam itu. Kemudian berharap ia bangun dengan bahagia bersama So Eun yang hanya mencintainya.

oOo

Keesokan harinya..

Ini adalah hari mingggu, namun tak membuat So Eun bermalas-malasan. Ia tetap bangun pagi dan membantu ibunya menyiapkan sarapan. Usai sarapan dengan ayah dan ibunya, So Eun bergegas menuju kamarnya untuk menelfon Kim Bum.

“kenapa ponselnya tidak aktif..?” ujar So Eun yang telfonnya gagal tersambung dengan ponsel Kim Bum

Tak lama, So Eun~pun kembali menelfon Kim Bum tetapi pada nomor rumahnya. Tak perlu menunggu lama sambungan telfonnya diterima.

Yoboseyo,

 

Yoboseyo, eomma.. ini So Eun, eomma apa kabar?

 

Owh, So Eun~a.. eomma baik, bagaimana denganmu dan keluargamu?

 

Kamipun baik, eomma.. ehm, apa Kim Bum ada?

 

Itulah So Eun, eomma juga bingung dengan anak itu..

 

Waeyo eomma, apa terjadi sesuatu dengan Kim Bum?

 

Entahlah, semalam pulang-pulang ia langsung mengunci diri di kamarnya. Dan sampai sekarang belum keluar, eomma khawatir dengan keadaannya..

 

Jeongmalyo,eomma?! Baiklah kalau begitu aku segera kesana ya, eomma

 

Ne, So Eun. Eomma tunggu, hati-hati di jalan!

 

De, eomma.. aku tutup telfonnya, anyong..

 

Anyong..

 

Telfonpun terputus. So Eun segera memakai mantel kuningnya dan mengambil tasnya kemudian buru-buru pergi menuju rumah Kim Bum.

oOo

“Mudah-mudahan saja So Eun bisa membuat Kim Bum lebih baik nanti.” Gumam ibu Kim Bum sambil meletakkan gagang telfonnya.

“telfon dari siapa, eomma?” tiba-tiba Kim Bum sudah ada dibelakang ibunya

“oh!! Kim Bum kau mengagetkan eomma saja..” ujar ibu Kim Bum memegangi dadanya karena benar-benar kaget dengan kedatangan Kim Bum yang tiba-tiba.

“kenapa aku, eomma sendiri yang melamun setelah menerima telfon. Emang telfon dari siapa?” Kim Bum mengulangi pertanyaan yang belum di jawab ibunya.

“dari calon menantu kesayangan eomma, sebentar lagi dia kemari jadi sebaiknya kau mandi sana..!” jawab Ibu Kim Bum senang dan mendorong tubuh anaknya untuk segera mandi.

“aniya, eomma. Aku malas mandi sepagi ini, airnya masih sangat dingin. Lagi pula untuk apa So Eun kemari sepagi ini?!” Kim Bum menepis tangan ibunya ntuk tak memaksanya mandi lagi.

“dia mengkhawatirkan keadaanmu, makanya dia kemari..” jelas ibu Kim Bum. “sebenarnya apa yang terjadi semalam? Apa kalian sedang bertengkar?”

“menurut eomma, apa So Eun benar-benar tulus mencintaiku?” Kim Bum bertanya balik tak menghiraukan pertanyaan ibunya.

Ibu Kim Bum bingung dengan pertanyaan yang di lontarkan Kim Bum

“kenapa kau berkata seperti itu, setelah kalian bersama selama 5tahun. Apa sekarang kau tak merasa yakin pada So Eun ataukah tak yakin dengan dirimu sendiri?!” tanya ibu Kim Bum yang merasa aneh dengan anaknya itu.

Kim Bum hanya diam duduk di sofa ruang tengahnya dengan wajah gusarnya. Ibu Kim Bum mengikuti anaknya duduk di sampingnya. Melihat sikap anaknya, ia hanya tersenyum meski ia belum mengetahui apa sebenarnya yang sedang terjadi.

“kau tenang saja, Kim Bum.. eomma yakin kalau So Eun sangat mencintaimu.” Ujar ibu Kim Bum membelai lembut kepala anaknya.

“eomma tahu dari mana, So Eun begitu mencintaiku?”

“tentu saja semua orang mengetahui hal itu. Apa kau tidak merasa jika So Eun terlihat sangat bahagia ketika bersamamu. Dari sinar matanya saat melihat mu atau hanya sedang membicarakanmu dari senyumnya juga sikap perhatiannya, semua menunjukkan betapa ia mencintaimu..” ibu Kim Bum berusaha meyakinkan.”dan satu lagi, tak mungkin So Eun menyetujui pernikahan kalian jika ia tidak mencintaimu.”

“tapi eomma, semalam So Eun…” Kim Bum menceritakan kejadian So Eun dan dirinya melihat Si Won. Kini ibu Kim Bum mengerti penyebab Kim Bum bersikap seperti ini sejak tadi malam.

Ibu Kim Bum justru malah tersenyum usai mendengarkan cerita Kim Bum. “menurut eomma perasaan cemburumu itu tak beralasan, tak ada yang salah dengan sikap So Eun dari ceritamu.”

“apa menurut eomma begitu?” tanya Kim Bum setelah mendengar komentar ibunya.

“tentu saja, eomma sangat mengenalmu. Kau saja yang terlalu pecemburu, seperti kau cemburu pada appamu dan Taemin dulu” jelas ibu Kim Bum sambil berdiri mengambil kotak susu dari kulkas kemudian menuangkannya dalam gelas.

“ini minumlah, nanti kau sarapan sendiri ya.. eomma mau belanja dulu.”  Ibu Kim Bum menyerahkan segelas berisi susu segar pada Kim Bum. “sudah jangan berfikiran macam-macam, percayalah pada So Eun.”

Kim Bum tak menjawab nasehat ibunya. Ia menerima susunya dan meneguknya sedikit. Ia masih berfikir dalam hati, “benarkah, aku cemburu tanpa alasan seperti yang dikatakan eomma..?!”

Ibu Kim Bum~pun keluar untuk berbelanja. Sebelum ia benar-benar pergi, So Eun sampai di rumah Kim Bum dan bertemu ibunya di halaman.

“anyong haseyo, eomma..” So Eun keluar dari mobilnya dan langsung memeluk ibu Kim Bum.

“oh, So Eun~a kau sudah datang..” ibu Kim Bum balas memeluk So Eun

“eomma sepertinya mau pergi?” So Eun melepaskan pelukannya

“ne, aku mau berbelanja dulu. Bahan-bahan di dapur sudah mulai habis. Kau masuklah, Kim Bum ada di dalam” jawab ibu Kim Bum

“apa Kim Bum baik-baik saja?” tanya So Eun cemas

“dia baik-baik saja, dia juga sudah keluar dari kamarnya. Hanya saja sepertinya perasaannya yang sedang tidak enak.” Jelas ibu Kim Bum yang tak secara langsung memberi tahu So Eun tentang keadaan sebenarnya.

“maksud eomma?!” tanya So Eun tak mengerti

“sebaiknya kau lihat sendiri ke dalam, eomma tinggal sebentar..” ibu Kim Bum langsung masuk mobil dan pergi dengan supirnya.

“eomma, hati-hati di jalan..” So Eun melambaikan tangannya. Ibu Kim Bum balas tersenyum dan melambaikan tangannya dari dalam mobil.

“kenapa perasaannya tidak enak?!” gumam So Eun sebelum melangkah masuk kerumah Kim Bum.

“Kim Bum, apa kau didalam?!” panggil So Eun setengah berteriak mencari sosok Kim Bum dan tak lama ia menemukannya duduk di sofa sambil melamun.

So Eun mendekati Kim Bum dan langsung duduk di sampingnya, “apa yang sedang kau lakukan?”

“kau?!” Kim Bum tetap merasa kaget dengan kedatangan So Eun meski ia sudah tau So Eun akan datang sebelumnya.

“kau tidak tahu kedatanganku? Padahal aku sudah berteriak memanggilmu.” Ujar So Eun

“ah, mianhe, aku tidak dengar.” Kim Bum meletakkan gelas yang masih berisi susu setengahnya. Ia menghadap So Eun yang mengamatinya dengan cemas. “hey, kenapa kau memandangku seperti itu? Aku baik-baik saja, kau jangan khawatir seperti itu..”

“benarkah?! Syukurlah kalau begitu..” So Eun tersenyum dan langsung memeluk Kim Bum. Kim Bum tersentak dengan sikap So Eun namun sedetik kemudian ia membalas memeluk So Eun. “aku sangat takut kau kenapa-kenapa.. tolong jangan bersikap seperti ini lagi terhadapku..”

“mianhe So Eun membuatmu cemas, aku janji tak akan mengulanginya lagi.” Ujar Kim Bum membelai halus rambut So Eun.

“eomma benar, So Eun memang sangat mencintaiku. Aku tak akan meragukannya lagi.” Ucap Kim Bum dalam hati

“Kim Bum~a…” panggil So Eun lembut.

“ne…” jawab Kim Bum tak kalah lembut.

“boleh aku tanya satu hal padamu?” kini So Eun melepaskan pelukannya.

“kataknlah…”

“apa kau belum mandi dari semalam?”

“eh?! Darimana kau tahu?hehehe” jawab Kim Bum cengengesan, sepertinya hati Kim Bum sudah dalam keadaan normal kembali.

“dasar pemalas, kau ini bau sekali tahu?!!.. dan sekarang aku jadi ikutan bau karenamu..” So Eun memukul-mukul pelan bahu Kim Bum

“ahahahaaa… kalau begitu kau mandi lagi saja bersamaku..” ujar Kim Bum jail.

“mwo?! Dasar otak mesum. Kau saja sana cepat mandi sebelum aku pingsan menciumnya.” So Eun mendorong Kim Bum agar cepat mandi.

Kim Bum malah menarik tangn So Eun dan memeluknya kembali.

“aku akan senang jika kau pingsan. Ikutlah bau bersamaku..hehehe” kejailan Kim Bum semakin menjadi.”jika kau pingsan nanti akan kuberi nafas buatan.hehehe”

“aaahh, Kim Bum cepat lepaskan.. aku tidak mau, kau sangat bau..” So Eun berontak dalam pelukan Kim Bum.

“kalau begitu aku akan memaksamu..” Kim Bum tak mau kalah

“Kim Bum lepaskan, aku bisa mati sesak nafas..” jerit So Eun

oOo

Beberapa hari kemudian, Kim Bum dan dan ibunya datang kerumah So Eun. Kedua keluarga ini akan membicarakan tentang rencana pernikahan Kim Bum dan So Eun dalam waktu dekat ini. Dan kali ini, Kim Bum mengajak adiknya, Taemin.

“neomu masitda… eunni, kau pandai sekali memasak” puji ibu Kim Bum pada ibu So Eun. Rupanya mereka sedang makan malam bersama.

“bukan aku yang memasak semua ini, So Eun~lah yang menyiapkan sendiri dan melarangku untuk membantunya.” Jawab ibu So Eun dan melirik anaknya yang tersenyum malu mendengar masakannya di puji enak.

“wah, jeongmalyo?!” Kim Bum kini angkat bicara, “ternyata aku memang tidak salah memilihmu, So Eun~ssi” Kim Bum tersenyum bangga.

“memang, tapi sepertinya So Eun sunbae yang salah memilih Kim Bum hyung.” cetus Taemin tanpa menghentikan kegiatan makannya.

Kim Bum spontan melotot pada adik yang duduk di sebelahnya. “hya!! Memengnya aku kenapa?!”

“aku tidak menyangka So Eun sunbae memilih Kim Bum hyung, apa selera So Eun sunbae sekarang turun?” kini Taemin menghentikan acara makannya dan menatap lurus ke arah So Eun. So Eun menatap bingung calon adik iparnya itu, meski sebelumnya mereka telah saling mengenal ketika masih sama-sama di SMA Shinwa. Namun hubungan mereka hanya sebatas kenal antara senior dan junior saja.

“hey bocah, apa maksudmu?” Kim Bum menjitak adiknya yang  banyak bicara itu.

Semuanya hanya tersenyum menyaksikan Kim Bum dan Taemin yang lucu.

“dulu, So Eun sunbae adalah kekasih Si Won sunbae. Mereka adalah pasangan yang serasi dan jadi dream couple satu sekolah.” Taemin kini menatap Kim Bum dan bercerita dengan menggebu-gebu.

“makanya aku heran kenapa tiba-tiba So Eun sunbae putus dan pindah ke sekolah hyung? Apa dulu hyung~lah yang menyebabkan mereka putus? Sangat disayangkan..”  lanjut Taemin. “jika di bandingkan hyung, Si Won sunbae jauh lebih diatas hyung.. apa namanya coba kalau bukan So Eun sunbae turun selera?!”

“apa kau tak bisa menutup mulut embermu itu?!” Kim Bum mendorong jidat adiknya dengan telunjuknya. Ia marah bukan karena tersinggung. Namun karena merasa tak enak dengan So Eun dan keluarganya karena menyebut-nyebut nama Si Won yang sempat merusak keharmonisan rumah tangga mereka.

“wae, apa aku salah bicara?!”  tanya Taemin tanpa merasa berdosa.

“bisakah jangan mengungkinya?!” ujar Kim Bum pada Taemin setengah berbisik. “dasar bocah tengil, lanjutkan makanmu dan diamlah!!”

“mianhe, Taemin~ii memang suka bicara sembarangan tolong jangan hiraukan dia..” ujar Kim Bum sambil menebar senyum ke semua orang yang sedang menikmati makan malam itu.

Kim Bum merasa sedikit menyesal telah mengajak Taemin yang tak tahu menahu akan masalah yang lalu itu. Apa lagi dengan sikapnya yang suka bicara seenaknya itu, Kim Bum takut merusak suasana kekeluargaan diantara mereka dan menyinggung orang tua So Eun.

“aku rasa Taemin salah, karena So Eun tak salah memilih Kim Bum. Betulkan, So Eun?!” ujar ibu So Eun dengan tersenyum cerah. Dan melirik lagi So Eun.

Kim Bum tak menyangka ibu So Eun akan berkata seperti itu, tapi syukurlah Kim Bum merasa lega ibu So Eun tidak tersinggung dengan ucapan Taemin mengungkit Si Won. Tapi bagaimana dengan ayah So Eun yang dari tadi diam? Kim Bum masih sedikit khawatir.

“tentu saja,” ujar So Eun menjawab pertanyaan ibunya dengan tersenyum mantab. Kini So Eun memandang Taemin yang juga memandangnya.”dengar Taemin~ssi, ada banyak hal yang kau tak tahu dari Kim Bum yang membuatnnya jauh lebih baik daripada Si Won. Karena itulah aku sangat mencintai Kim Bum dan tak akan pernah kulepaskan. Aku tak ingin kehilangan satu-satunya soulmate~ku”

“kau dengar apa yang dikatakan So Eun?! Dasar bocah!!” Kim Bum tersenyum bangga mendengar kalimat So Eun. Kali ini ia benar-benar puas dengan jawaban So Eun. Sekarang ia benar-benar yakin So Eun telah melupakan masalalunya dan siap menyambut masa depan bahagianya bersama Kim Bum.

“ne, arasoyo.. aku mengaku salah dan hyung, aku akan mengenalmu lebih jauh untuk membuktikan kata-kata So Eun sunbae itu benar.” Jawab Taemin merasa cukup berbicara.

“Kim Bum~a, adikmu ini lucu sekali..hahahaa” suara ayah So Eun mengejutkan Kim Bum. Namun ia merasa senang mengetahui ayah So Eun juga tak menghiraukan pernyataan Taemin tentang Si Won.  Kim Bum hanya tersenyum begitu juga Taemin.

“apa kau bisa catur?” tanya ayah So Eun pada Taemin.

“ne?!” Taemin terkejut kenapa ayah So Eun menanyakan hal itu.

“setelah ini, maukah kau menemaniku bermain catur? Aku bosan jika dikalahkan terus oleh Kim Bum. Kali ini aku ingin mengalahkan adiknya.” Ujar ayah So Eun yakin

“mianhamida, tapi sebaiknya anda jangan terlalu kecewa jika ternyata anda akan kalah juga dengan saya.” Balas Taemin tak kalah yakin namun tetap sopan.

“chua, buktikan saja nanti!!” ayah So Eun mulai tertantang dengan Taemin semuanya tertawa hingga acara makan malam usai.

oOo

ibu So Eun dan dan ibu Kim Bum sedang asyik ngobrol di ruang keluarga So Eun usai makan. Entah apa yang dibicarakan kedua ibu itu.

Sedang Taemin menepati janjinya untuk menemani ayah So Eun bermain catur di samping ibu Kim Bum dan ibu So Eun. Mereka berdua terlihat sangat serius dan ada sedikit ketegangan diantara mereka.

“menurutmu siapa yang akan menang?” tanya Kim Bum pada So Eun yang memperhatikan Taemin dan ayahnya.

Mereka berdua sedang duduk berdampingan di tepi kolam renang yang terletak dihalaman belakang rumah So Eun. Tapi masih terlihat jelas bila melihat kedalam rumah karena sekatnya hanya lah terbuat dari kaca bening yang lebar.

“aku rasa ayahku akan kecewa lagi. Sepertinya Taemin sama jagonya denganmu” tebak So Eun menjawab pertanyaan Kim Bum

“kau salah, Taemin memang besar bicaranya. Dia juga sering bilang akan mengalahkanku dalam bermain game, meski permainannya cukup bagus tapi dia sering terkecoh dengan umpanku. Ujung-ujungnya, aku juga yang menang. Aku sangat tahu cara ayahmu, kurasa Taemin yang suka buru-buru dalam tindakan itu akan dikalahkan juga oleh ayahmu.” Jelas Kim Bum panjang lebar.

So Eun tertawa mendengar penjelasan Kim Bum.

“kenapa kau tertawa? Apa ada yang lucu?!” tanya Kim Bum heran melihat So Eun tertawa.

“sepertinya kau sangat mengenali adikmu, lebih dari dia mengenalmu”

“ne, kau benar. Sepertinya juga kau mengenalku lebih baik dari aku mengenalmu” Kim Bum tersenyum mengingat perkataan So Eun saat makan malam tadi.

“kenapa sekarang kau senyum-senyum begitu?” tanya So Eun

“ani, hanya senang saja ternyata kau begitu mencintaiku..hehe” jawab Kim Bum dengan wajah bersinar.

“waeyo, kau terkejut ternyata aku mencintaimu lebih dari yang kau inginkan bukan?” So Eun menatap Kim Bum lembut

“aniyo, aku terkejut karena kau mencintaiku persis seperti yang aku inginkan.”  Jawab Kim Bum dan mereka saling menatap dalam masing-masing pasang matanya.

Kim Bum tersenyum pada So Eun. So Eun juga membalas senyuman Kim Bum. Ini bukan kali pertama mereka saling menatap. Tapi entah mengapa terasa ada atmosfer lain yang menyelimuti mereka berdua. Jantung mereka berdua berdetak cepat saat saling menatap satu sama lain. Sepertinya mereka saling jatuh cinta lagi untuk kesekian kalinya. {Seperti lagunya ratu ‘semakin hari semakin cinta’ }.

Perlahan Kim Bum meraih pinggang SoEun merengkuhnya agar lebih dekat. Kim Bum lebih mendekatkan wajahnya pada wajah So Eun.

“jeongmal saranghe, So Eun~ssi” ujar Kim Bum lembut di telinga So Eun

“na do sarangheyo, Kim Bum~ssi” balas So Eun lembut dengan senyum manisnya.

Kim Bum tersenyum lembut lalu lebih mendekatkan jarak wajah mereka, So Eun memejamkan matanya. Ketika Kim Bum hampir saja mendaratkan bibirnya pada bibir mungil So Eun, suara seseorang menghentikannya.

“pertunjukan yang bagus, hyung..” seru seseorang mengagetkan Kim Bum dan So Eun. Reflek Kim Bum melepaskan pelukannya, So Eun~pun termundur agak menjauhkan diri dari Kim Bum.

“aishh!! Hya!! Taemin~a, kau merusak suasana saja.” Ujar Kim Bum kesal. So Eun hanya tersenyum malu. “dasar pengganggu”

“hahahaaa, hyung apa kau marah tak berhasil menciun So Eun sunbae?!” ejek Taemin. “aku puas sekali melihat muka kecewamu itu.hehe”

“mianhe, So Eun sunbae. Merusak kesenangan kalian. Baiklah, aku akan pergi.”  Lanjut Taemin dan bergegas meninggalkan Kim Bum dan So Eun.

“Taemin~a, kemarilah..” panggil So Eun membuat Kim Bum memandang So Eun kesal.

“kenapa kau memanggilnya, biarkan dia pergi..” kini Kim Bum cemberut.

“aku ingin dia lebih mengenalmu, araso” jawab So Eun mantab

“So Eun sunbae, kenapa memanggilku? Sebaiknya biarkan aku pergi sebelum ayam ini memangsaku.”  Ujar Taemin menunjuk kearah Kim Bum saat mengatakan ‘ayam’.

“siapa yang kau bilang ayam?” seru Kim Bum namun tak dihiraukan Taemin.

“sudah, kalian ini seperti anak-anak saja. Taemin~ssi, jangan panggil aku sunbae lagi. Panggil aku noona, ara?!” ujar So Eun lembut.

“araso, So Eun noona..” jawab Taemin dengan senyum mengembang

Kini mereka duduk bertiga dan saling tertawa bersama menghabiskan malam yang indah saat itu.

 

_The End_

Hore..!! selesai juga akhirnya. *meluk Onew yang selalu menemaniku dalam pembuatan ff ini. ;p

Terima kasih pada reader yang baik hati mau membaca ff saya sampai detik ini. Beribu-ribu maaf author ucapkan karena ceritanya gak nyambung dan bertele-tele. Jeongmal mianhe…

Untuk menjadi introspeksi athor, mohon tulis comentnya ya, reader juga jangan lupa di vote..^___^

Author promosi lagi dah:

Foll saya: @emerald_elz

Add juga FB saya:  Elza Uswatun Khasanah

Author berharap mendapatkan banyak teman baru. Khamsa hamida.. ^_^

 

 

 

 

 

 

 

6 responses to “아직도 그 사람 미워요? Part Special

  1. geill

    Februari 8, 2012 at 8:27 am

    seruuuuuuuuu…………………
    ceritanya bagus……… gak ada masalah buat q, enjoy bacanya and gak bertele-tele……………….
    good job……………………….next q tunggu ya karya2nya yg lain, tp castnya hrs kim so eun, klu cast cowonya terserah deh mo siapa………yg jlsnya terimakasih dah buat cerita yang menyenangkan buat reader sepertiku………….semangat terus buat author………………….fighty………………..

     
    • Elza

      Februari 11, 2012 at 9:04 am

      sebenarnya author ini mates, jd suka’na kimso wajib ma kimbum.hehe *maksa
      thankz banget ya, cingu atas koment’na…
      ^____________^

      gumawo..
      _bow_

       
  2. Lany Aprili

    Mei 3, 2012 at 6:44 am

    hay, aku reader baru
    tolong lanjutin FF 사랑 하지 못 하다 ( sarang haji mot hada ) tidak mampu mencintai dong..
    soalnya udah banyak yg nunggu kelanjutann itu..
    termasuk aku🙂
    tolongggg bangett😦

     
    • Elza

      Juni 19, 2012 at 3:31 am

      insyAllah.. mian membuat kalian menunggu.. saya author yg malas..😦 *plaakk pantes di getok reader pake gayung =,=’

       
  3. Siti Zainab (@sugarsoya)

    Agustus 2, 2012 at 4:39 am

    author aku juga udah baca ff ini di wp nya bumsso indo, mian blm komen soalnya aku juga reader baru, hehehe
    oh iya aku juga nunggu loh lanjutan ff yg 사랑 하지 못 하다 ( sarang haji mot hada ) tidak mampu mencintai, pengen tau kelanjutan hubungannya kim bum n soeun… please ya dilanjut…

     
  4. tata

    Agustus 12, 2013 at 4:05 pm

    keren thor.
    kagum bget dgan sifat dwasa ny kim so eun eunni.
    d tunggu karya2 ny lg.

    jgn lama2 ok.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  •  
    %d blogger menyukai ini: